Rojiyan : Pemakzulan Bupati Aceh Selatan Bukan Solusi 

Admin
13 Des 2025 19:50
Daerah News 0 231
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Beredar isu terkait adanya gerakan yang akan mendesak DPRK Aceh Selatan agar melakukan pemakzukan kepada Bupati Aceh Selatan H.Mirwan.

Desakan itu muncul seiring dengan pemberian sanksi penonaktifan Bupati Mirwan selama 3 bulan dari Kemendagri karena tidak memiliki izin keluar negeri saat melaksanakan ibadah umroh.

Menanggapi hal itu Rojiyan, salah satu pemuda Kluet Raya menyatakan tidak sepakat dengan hal itu. Menurutnya, hal tersebut justru akan membuat suasana semakin gaduh dan dikwatirkan memicu konflik antar masyarakat.

“Itu bukan solusi untuk Aceh Selatan, meski kita tahu kesalahan H. Mirwan memang fatal karena berangkat keluar negri tanpa izin dan saat musibah melanda Aceh,” kata Rojiyan kepada Aspiratif Id, Sabtu (13/12/2025).

“Kepergian Bupati itu memang terkesan seperti lebih mementingkan kepentingan pribadi dari pada menunjukkan rasa empati kepada para korban banjir, baik itu di aceh selatan atau di seluruh Aceh,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rojiyan menjelaskan, perihal  isu pemakzulan, jika dibesar besar kan akan memicu ketidastabilan politik di daerah sehingga  berpotensi terjadi konflik di dalam masyarakat, khusnya dikalangan para tim sukses dan simpatisan.

Begitupun, Ia juga mengapresiasi sikap Mendagri Tito Karnavian yang memberi sangsi kepada H. Mirwan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Setiap ada kesalahan memang harus ada hukuman dan konsekwensi, sikap Pemerintah Pusat sudah benar adanya dan kita dukung,” ujar Rojiyan.

Rojiyan menambahkan, kejadian ini hendaknya menjadi pembelajaran kepada H. Mirwan agar lebih fokus mengelola daerah dan mengayomi masyarakat.

“Jangan terpecah fokus ke hal – hal lain dan juga lebih bijak perihal bisikan- bisikan yang tidak memberi masukan yang sehat kepada beliau dalam mengelola daerah,” tutup Rojiyan.[Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x