Ratusan Santri di Aceh Selatan menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Gedung Rumoh Agam, Senin 27 Oktober 2025.ASPIRATIF.ID — Ratusan Santri di Kabupaten Aceh menghadiri acara Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Rumoh Agam Tapaktuan, Senin 27 Oktober 2025. Acara yang dihadiri Wakil Bupati, Forkopimda dan para pimpinan Dayah itu berlangsung khitmad.
Panitia Pelaksana Ismail Us dalam laporannya nya mengatakan bahwa dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional pihaknya telah menyelenggarakan Lomba Baca Kitab Kuning ( Kitab Turats) dengan tujuan menumbuhkan semangat nasionalisme, religiusitas, dan kebersamaan di kalangan santriwan dan santriwati.
Lebih lanjut Plt Kepala UPTD MUQ dan Darul Aitami itu menjelaskan, kitab yang telah dilombakan ini adalah Fathur Muin Jilid 1 atau (I’nah). Begitupun, sebut Ismail, Lomba Baca Kitab Kuning ini juga diberikan hadiah bagi peserta yang meraih juara pertama, kedua dan ketiga ditambah tropi untuk katagori putra dan putri.
“Juara I Rp. 1.5 juta, juara II, Rp. 1 juta dan juara III Rp. 750 ribu,” kata Ismail.
Lebih jauh Ismail menyebutkan, Dinas Pendidikan Dayah terus berkontribusi terhadap dayah-dayah dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan dengan program pemberian Beasiswa Santri tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp. 1.204.000.000 dengan besaran Rp.1.600.000/orang katagori kurang mampu dan Rp 1.75.000/orang katagori prestasi.
“Kemudian kami juga melakukan program Dayah sehat yang terdiri dari kualitas kurikulum, tertib administrasi dan lingkungan bersih,” ujar Ismail.
Sementara itu Bupati Aceh Selatan yang diwakili Wabup Baital dalam sambutannya mengatakan tanggal 22 Oktober adalah hari bersejarah yang ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional merupakan wujud penghormatan negara atas peran besar para ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami seluruh jajaran pemerintah kabupaten Aceh Selatan bersama segenap Forkopimda berkomitmen penuh untuk terus mendukung keberadaan dan pengembangan Dayah/pesantren sebagai pilar utama pembentukan karakter masyarakat kita di Aceh Selatan,” kata Wabup Baital.[Red]
Tidak ada komentar