Rakyat Menjerit, SaKA: Bupati Abdya Jangan Tutup Mata

Redaksi
16 Des 2025 13:24
Daerah News 0 174
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID  – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta para nelayan di Aceh Barat Daya (Abdya) mulai menjerit akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Akibat pemadaman listrik yang sudah berlangsung selama 21 hari, para nelayan di kabupaten berjulukan Breuh Sigupai mulai kesulitan mendapatkan es untuk kebutuhan saat melaut.

Sementara, para pelaku UMKM juga mengalami hal yang sama di mana mereka mulai kesulitan mendapatkan gas, bahkan ada sebagian pelaku usaha tidak jualan akibat kelangkaan gas di Aceh Barat Daya.

Sekretaris Yayasan Supremasi Keadilan Aceh (SaKA) Erisman, meminta Bupati Abdya, tidak tutup mata atas keluhan masyarakat di Abdya.

Menurut Erisman, Bupati Safaruddin bersama dinas terkait harus segera duduk dan memikirkan solusi untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

“Abdya salah satu daerah yang tidak terkena bencana. Tapi masyarakatnya kini seperti daerah kena bencana. Gas mulai susah didapatkan, bahkan lebih sayang para nelayan kesulitan mendapatkan es,” kata Erisman, di Blangpidie, Selasa (16/12).

Erisman menjelaskan, kondisi bagi nelayan sangat terbebani akibat listrik yang belum menyala. Akibatnya es di Abdya mencapai Rp100 ribu per batang. Tentu, angka tersebut sangat berat dan jumlah es yang mahal juga akan berdampak terhadap hasil tangkapan yang dijual masyarakat.

“Es dijual Rp100 ribu per batang, biasanya Rp30 ribu per batang, artinya ada kenaikan yang signifikan. Kenapa es mahal karena mereka ambilnya di wilayah Sumut. Tentu Pemkab Abdya harus memikirkan solusi ini, dan Pemkab bisa memfasilitasi ketersediaan es di Abdya, sehingga harga es tetap bisa di jangkau,” tuturnya.

Selain es, lanjut Erisman, ketersediaan gas juga hal mendesak ditengah masyarakat, jangan sampai akibat lambatnya penanganan soal kelangkaan gas bisa menyebabkan persoalan baru ditengah masyarakat.

“Sebagian masyarakat sudah memasak dengan kayu, tapi bagaimana dengan pelaku usaha, dan masyarakat yang tinggal di wilayah kota, tentu gas kebutuhan yang mendesak. Untuk itu Pemkab harus segara mencari solusinya,” tutupnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x