
ASPIRATIF.ID — Pendidikan dan Pelatihan In House Training (IHT) Pemadam Kebakaran I Gelombang II BPBD Aceh Selatan resmi ditutup setelah berlangsung selama satu minggu.
Acara penutupan tersebut berlangsung di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Pala Indah Tapaktuan, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta, yang terdiri dari personel BPBD Aceh Selatan, termasuk Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Selatan H. Zainal A, SE, M.Si serta Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Aceh Selatan, Ruspiadi.
Plt Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat, disiplin, dan komitmen seluruh peserta selama mengikuti rangkaian diklat.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, serta kemampuan teknis personel pemadam kebakaran dalam menghadapi potensi kebakaran di wilayah Aceh Selatan.
“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama diklat ini harus menjadi bekal nyata di lapangan. Laksanakan tugas dengan cepat, tepat, profesional, dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dalam melayani masyarakat,” kata Plt Bupati.
Seluruh materi pelatihan diikuti peserta dengan penuh antusias. Berdasarkan hasil evaluasi akhir, seluruh peserta dinyatakan lulus dengan kualifikasi Pemadam Kebakaran (Damkar) I dan berhak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Damkar II pada tahapan selanjutnya.
Sementara itu, instruktur pelatih dari Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti Diklat Damkar I dengan penuh semangat, disiplin, dan kesungguhan.
Menurutnya, antusiasme serta kemampuan peserta selama pelatihan menunjukkan kesiapan sumber daya Damkar BPBD Aceh Selatan untuk menjalankan tugas pemadaman dan penyelamatan secara profesional di lapangan.
Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Selatan, H. Zainal A, SE, M.Si, yang menegaskan bahwa Diklat Damkar I Gelombang II ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia pemadam kebakaran pada BPBD Aceh Selatan.
Ia menilai pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, kekompakan, serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
H. Zainal juga berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh secara maksimal di lapangan, serta terus meningkatkan kompetensi melalui jenjang pelatihan berikutnya, guna mewujudkan layanan pemadaman kebakaran dan penyelamatan yang cepat, tepat, dan responsif bagi masyarakat Aceh Selatan.
Momentum penutupan diklat turut diwarnai dengan simulasi Fire Ground sebagai puncak rangkaian pelatihan. Simulasi ini menampilkan kemampuan teknis, kekompakan tim, serta kesiapsiagaan peserta dalam penanganan kebakaran secara terpadu, sekaligus menjadi bukti peningkatan kapasitas personel Damkar BPBD Aceh Selatan dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.[]
Tidak ada komentar