Pemuda Muhammadiyah Ajak Sekolah Buat Surat Penolakan Untuk Dapur MBG yang Masih Nakal

Admin
8 Des 2025 17:35
Daerah News 0 44
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Tanggal 4 Desember 2025 lalu, Aceh Selatan kembali di hebohkan dengan berita salah seorang guru yang juga sebagai Koordinator MBG di SMPN 1 Tapaktuan di intimidasi, bahkan mau dilaporkan ke polisi oleh salah seorang pihak Yayasan Berkah Cahaya. Hal itu berawal dari usulan guru tersebut terhadap menu Makan Bergizi Gratis di dapur yayasan tersebut.

Guru SMP N 1 Tapaktuan mengatakan  ‎”Saya dimaki – maki oleh si R di depan Kepala Sekolah dan guru-guru lain dan menuduh saya selalu memprotes menu, padahal selama ini, saya selalu menyembunyikan keburukan dari menu yang diantarkan, kadang bau omprengannya, ada yang basi, dan ada yang keluar ulat bulu, bahkan parahnya lagi ada kedapatan rambut didalam makanan, hanya saja selalu saya tutupi, dan cuma saya sampaikan kepada penjemput ompreng tersebut”, ujar Cut Sukmayeni kepada wartawan saat itu.

Kemudian, pada Sabtu (6/12/2025,  SMPN 1 mengajukan pergantian mitra pelaksana MBG, karena beberapa alasan. Permintaan itu disampaikan melalui surat pernyataan resmi yang ditandatangani Kepala Sekolah SMPN 1 Tapaktuan, Mukhlis, S.Pd.Fis.

Rahmad Kurniadi Selaku Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan mendukung penuh langkah tegas penuh keberanian dari Kepsek SMPN 1 Tapaktuan tersebut. Itu langkah yang sangat tepat diambil oleh Kepsek untuk kemaslahatan anak didiknya.

“Kami Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan mengajak semua sekolah baik dari PAUD hingga SMA harus pro aktif melaporkan dan membuat surat penolakan terhadap dapur-dapur MBG yang masih nakal, jangan sampai kejadian di SMPN 1 Tapaktuan terulang di sekolah-sekolah lainnya,” kata Rahmad Kurniadi SH dalam rilis yang diterima Redaksi Aspiratif Id, Senin 08 Desember 2025.

“Kepsek dan guru-guru sekolah jangan gentar kalau ditakut-takuti apalagi di intimidasi oleh yayasan yayasan MBG yang nakal. Poto dan videokan tiap hari menu yang diberikan untuk anak-anak didik kita. Kalau menunya bermasalah laporkan saja. Itu uang negara, bukan uang pribadi atau yayasan,” lanjutnya.

Rahmad juga mengingatkan bahwa Yayasan Berkah Cahaya ini sudah sangat sering dikeluhkan masyarakat, karena menu yang disajikan tidak layak konsumsi. Dan kesalahannya tetap terulang kembali. Menu tidak sesuai juknis, basi bahkan berulat. Jangan sampai ada anak-anak didik meninggal gara-gara makan dari menu MBG akibat kenalakan yayasan penyelenggara.

Padahal, beberapa waktu lalu, DPRK Aceh Selatan sudah melakukan RDP dengan pihak yayasan penyelenggara MBG di gedung DPRK setempat .Tapi setelah itu ternyata pihak yayasan yang nakal juga tidak mengindahkan hasil dari RDP tersebut bahkan seperti menganggap pengawasan dari DPRK Aceh Selatan seperti angin lalu. Jangan sampai lembaga DPRK hilang marwah gara-gara Yayasan penyelenggara MBG yang nakal itu.

“Kami meminta dan mendesak Bupati Aceh Selatan, Ketua DPRK, dan lembaga pengawas terkait agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, khususnya kepada pihak-pihak yang diduga bermain di balik dapur penyedia. Kalau sudah melakukan kesalahan berulang kali cabut saja izinnya, untuk apa dibiarkan yayasan yang tidak bertanggung jawab seperti itu. Jangan tunggu ada korban dulu baru ditindak tegas yayasan yang nakal itu,” ujar Rahmad Kurniadi.

“Pemuda Muhammadiyah tetap mendukung Program MBG dari Presiden Prabowo ini, karena program ini dibuat  salah satu manfaatnya untuk menekan angka stunting dan membantu ekonomi masyarakat. Tapi kalau pelaksanaannya tidak sesuai dengan Juknis, niat baik itu akan rusak. Jangan jadikan MBG sebagai ladang bisnis yang mengorbankan anak-anak generasi bangsa,” tutup Rahmad Kurniadi.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x