Pemkab Aceh Selatan Diminta Perbaiki Jalan Kuala Ba’u Kluet Utara

Redaksi
13 Jan 2026 21:12
Daerah News 0 226
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan diminta agar melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan Gampong Pasie Kuala Ba’u Kecamatan Kluet Utara yang hampir satu dekade dalam keadaaan rusak parah. Hal tersebut disampaikan Keuchik terpilih Imam Mukhti kepada Asfiratif Id, Selasa (13/01/2026).

Menurut Imam, selama ini masyarakat Gampong Pasie Kuala Ba’u dipaksa bersabar menghadapi kondisi jalan utama yang semakin memprihatinkan.

“Sepanjang hampir empat kilometer, ruas jalan tersebut kini berubah menjadi lintasan penuh “luka” aspal terkelupas, batu tajam mencuat, dan lubang-lubang menganga yang setiap saat mengancam keselamatan pengguna jalan,” kata Imam Mukhti.

Pantauan di lapangan, memperlihatkan kondisi jalan yang jauh dari kata layak. Di banyak titik, lapisan aspal telah habis terkikis, menyisakan kerikil dan tanah keras.

Begitupun, Slsaat hujan turun, lubang-lubang itu berubah menjadi kubangan air yang menipu pengendara. Terlihat rata di permukaan, namun cukup dalam untuk membuat sepeda motor oleng bahkan terjatuh.

Tidak hanya itu, pada titik lain, batu-batu besar berserakan, memaksa pengendara bermanuver perlahan demi menghindari benturan yang bisa merusak kendaraan.

Lebih lanjut,Imam menjelaskan,kondisi ini bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa.

Menurutnya, tak sedikit pengendara yang terjatuh atau mengalami kerusakan kendaraan akibat menghantam lubang jalan. Aktivitas ekonomi masyarakat pun ikut tersendat, terutama bagi petani dan pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya pada akses jalan tersebut.

“Sudah lebih dari sepuluh tahun jalan ini dibiarkan tanpa penanganan serius. Setiap tahun kondisinya semakin parah, tapi belum pernah ada perbaikan menyeluruh,” tegasnya.

Masih menurut Imam, usulan perbaikan dan pembangunan jalan telah berulang kali diajukan melalui Musrenbang gampong hingga kecamatan. Namun hingga kini, semua usulan itu belum juga berbuah realisasi.

“Kami tidak tinggal diam. Setiap forum perencanaan, jalan ini selalu kami usulkan karena ini urat nadi gampong. Tapi faktanya, warga masih harus bergelut dengan jalan rusak,” ujarnya.

Imam menambahkan, dampak buruk infrastruktur ini sangat luas. Selain meningkatkan risiko kecelakaan, akses warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar menjadi terhambat. Beban ekonomi masyarakat pun bertambah akibat biaya perawatan kendaraan yang terus meningkat.

“Ini bukan hanya soal aspal. Ini menyangkut keselamatan, ekonomi, dan masa depan anak-anak kami yang setiap hari melewati jalan ini untuk bersekolah,” tambah Imam dengan nada prihatin.

“Kami meminta pemerintah benar-benar turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi ini. Warga hanya menuntut satu hal sederhana,  jalan yang layak dilalui. Dengan jalan yang baik, roda ekonomi bergerak dan risiko kecelakaan bisa ditekan,” tutupnya.**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x