Pelaku Pengeroyokan Warga Aceh di Tapanuli Tengah Belum Ditangkap, Muslim Ayub Desak Kapolri Turun Tangan

Admin
12 Des 2025 22:08
News Parlemen 0 313
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Kasus pengeroyokan kembali mengguncang publik. Hanya sebulan setelah insiden pemukulan warga Aceh di Sibolga, dua warga asal Aceh, Sufriadi yang dikenal sebagai tokoh pemuda dan Munawir Kepala Kampung Lae Balno, dikeroyok secara brutal oleh sekelompok warga Desa Saragih pada Senin (8/12/2025) sekitar pukul 18.15 WIB di Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka serius. Sufriadi dilaporkan masih kritis dan belum sadarkan diri hingga kini di sebuah rumah sakit di Medan.

Laporan resmi terkait pengeroyokan itu telah disampaikan Ponisan Barasa ke Polsek Manduamas pada Selasa (9/12/2025).

Namun hingga empat hari berselang, tepatnya Jumat (12/12/2025), belum ada satu pun pelaku yang ditangkap.

Keluarga dan warga menilai tidak ada tindakan tegas maupun perkembangan berarti dari pihak kepolisian.

Situasi ini membuat Anggota DPR RI H Muslim Ayub melontarkan kecaman keras terhadap Polsek Manduamas dan Polres Tapanuli Tengah.

Ia menyebut kelambanan penegakan hukum sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

“Ini laporan resmi, bukan delik aduan. Mengapa prosesnya lamban? Dari puluhan pelaku, satu pun belum diamankan. Ada apa dengan Polsek Manduamas dan Polres Tapteng? Evaluasi harus dilakukan. Saya meminta Bapak Kapolri turun tangan,” tegasnya.

Muslim juga mewanti-wanti agar kasus ini tidak dibiarkan berlarut karena berpotensi memicu ketegangan dan isu sensitif di tengah masyarakat.

“Jangan sampai terulang seperti di Sibolga. Ini bisa menjadi bom waktu,” ujarnya.

Muslim Ayub menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Bupati Aceh Singkil.

Sang bupati disebut telah meminta Kapolres Tapanuli Tengah segera menangkap para pelaku, mengingat emosi warga Aceh Singkil mulai memanas.

Masyarakat Lae Balno juga menuntut keadilan agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi ketegangan lintas wilayah.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x