MIN 15 Aceh Selatan Butuh Perhatian Serius, Bupati Turun Tangan Bantu Mebel Sekolah

Redaksi
3 Des 2025 18:12
Daerah News 0 23
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 15 Aceh Selatan kembali menyerukan kebutuhan pembenahan fasilitas yang sudah dua dekade tidak tersentuh perbaikan. Seruan itu mencuat dalam diskusi bersama pihak madrasah, komite sekolah, Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan (Forjias), dan Pemerintah Gampong Air Pinang, yang berlangsung di ruang rapat MIN 15, Rabu (3/12/2025).

Diskusi tersebut mengungkap kondisi memprihatinkan yang selama ini membayangi proses belajar mengajar di MIN 15. Bangunan yang dibangun UNICEF pasca-tsunami kini mulai lapuk, sebagian tembok retak, dan struktur kayu banyak yang menghitam dimakan usia. Bangku dan meja belajar rusak, beberapa di antaranya tak lagi layak digunakan, memaksa murid berbagi kursi saat belajar.

Tak hanya itu, fasilitas dasar seperti mushalla dan MCK juga sangat terbatas. Mushalla yang belum ada, MCK yang terbatas, Rumah dinas guru tidak tersedia sama sekali, padahal ada tenaga pengajar yang datang dari luar Aceh Selatan dan membutuhkan tempat tinggal layak. Area sekolah pun tanpa pagar, membuat lingkungan madrasah rentan dan tidak aman bagi anak-anak.

“Sudah 20 tahun MIN 15 seperti dibiarkan sendiri. Fasilitas rusak, bangunan menua, dan banyak kebutuhan dasar tidak terpenuhi. Dengan 94 siswa, seharusnya madrasah ini mendapatkan perhatian serius dari Kemenag RI,” tegas Ketua Komite, Safril.

Ia menekankan bahwa MIN bukan hanya tempat belajar, tetapi wadah membangun karakter generasi Aceh Selatan yang tidak boleh diabaikan.

Masalah lain yang ikut disorot yaitu belum jelasnya status tanah yang digunakan madrasah tersebut. Karena bangunan awal menggunakan bantuan UNICEF, kepastian aset tanah perlu disegerakan agar proses pembangunan ataupun rehabilitasi tidak terhambat.

Para wali murid juga meminta Dinas Perhubungan Aceh Selatan menindaklanjuti pemasangan marka jalan di depan madrasah. Lokasi sekolah berada di pinggir jalur lintas yang ramai dan rawan terjadinya kecelakaan.

“Keselamatan anak-anak juga harus jadi prioritas,” ujar salah satu wali murid.

Meski berada dalam kondisi terbatas, Kepala MIN 15 Aceh Selatan Syafrizal tetap berupaya meningkatkan mutu pendidikan. Ia memaksimalkan dana BOS untuk perbaikan kecil dan menambah sarana sederhana, meski belum mampu menjawab kebutuhan besar yang mendesak.

“Yang penting proses belajar tetap berjalan, walau belum maksimal. Kita berusaha semampunya,” katanya.

Kabar baik datang dari pemerintah kabupaten. Laporan Forjias kepada pimpinan daerah langsung ditindaklanjuti oleh Bupati Aceh Selatan. Pemerintah kabupaten dipastikan segera memberikan bantuan mebeler baru untuk MIN 15 dan merencanakan rehabilitasi bangunan sekolah. Respon cepat ini disambut haru oleh komite sekolah dan wali murid.

“Kami sangat berterimakasih kepada Bupati Aceh Selatan atas perhatian dan langkah cepatnya,” ujar Safril. Ucapan serupa disampaikan kepada Forjias yang dinilai aktif mengadvokasi kebutuhan pendidikan di daerah tersebut.

Pemerintah Gampong Air Pinang melalui Keuchik , Miswar juga menyampaikan apresiasi. Ia menyebut pihak gampong sangat mendukung kemajuan MIN 15, namun karena keterbatasan anggaran dan regulasi, dukungan yang dapat diberikan masih terbatas.

“Yang pasti kami siap membantu dari sisi pandangan, dukungan moral, dan koordinasi,” ujarnya.

Ketua Forjias, Safdar S., menegaskan komitmen jurnalis untuk terus mengawal isu-isu pendidikan, terutama sekolah-sekolah tertinggal.

“Jurnalis bukan hanya melaporkan peristiwa, tetapi menjadi jembatan antara realita di lapangan dan pihak pengambil kebijakan. Fungsi jurnalis adalah memastikan suara sekolah-sekolah kecil seperti MIN 15 tidak hilang dalam sunyi. Pendidikan Aceh Selatan hanya bisa maju bila semua pihak terlibat, sekolah, orang tua, pemerintah, dan media, bergerak bersama,” tegasnya.

Diskusi berakhir dengan harapan besar, agar Kementerian Agama RI dan pemerintah terkait segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh.

Setelah 20 tahun tanpa perhatian, MIN 15 Aceh Selatan membutuhkan langkah nyata agar generasi penerus dapat belajar di lingkungan yang aman, layak, dan bermutu.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x