ASPIRATIF – Warga Kota Fajar, Kabupaten Aceh Selatan, khususnya para pedagang pasar, meluapkan kekecewaan mendalam terhadap PLN setempat. Pasalnya, sudah dua minggu terakhir, pemadaman listrik terjadi berulang tanpa adanya pemberitahuan resmi.
Dampaknya, kerugian ekonomi tak terhindarkan, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
“Setiap bulan kami bayar listrik tepat waktu, tapi PLN seenaknya memadamkan tanpa kabar. Barang dagangan rusak, omzet jatuh, siapa yang tanggung jawab?” keluh salah seorang pedagang.
Bagian Jaringan PLN Kota Fajar, Zulkaiman, mengungkapkan bahwa pemadaman disebabkan oleh mesin pembangkit yang sudah terlalu tua.
“Mesin pembangkit Listrik yang sudah terlalu tua dan mengalami overheat, pemberitahuan hanya diberikan jika terjadi gangguan jaringan, bukan karena kerusakan mesin,” kata Zulkaiman, Rabu 30 Juli 2025.
Namun pernyataan ini justru memicu reaksi keras dari warga. Masyarakat mempertanyakan alasan PLN yang tetap menggunakan mesin usang tanpa upaya penggantian, padahal iuran listrik selalu dibayar penuh dan tepat waktu oleh pelanggan.
“Kalau tahu mesinnya sudah tua dan bermasalah, kenapa tidak diganti? Ini bukan hal sepele, ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar seorang warga lainnya yang merasa kecewa dengan respons PLN.
Sementara itu, Zahlul Manager Unit Layanan Pelanggan (MULP) PLN Kota Fajar menyampaikan,Adapun padam dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh gangguan pada unit mesin pembangkitan yang diakibatkan oleh cuaca panas (heat temperature).
“Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, adapun padam dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh gangguan pada unit mesin pembangkitan yg diakibatkan oleh cuaca panas (heat temperature),” kata Zahlul.
“Saat ini PLN Batam sebagai Pengelola Pembangkitan di PLN UID Aceh sedang melakukan perbaikan unit mesin secepat mungkin yang bertujuan agar sistem semakin handal dan pemadaman tidak lagi dirasakan oleh pelanggan. Mohon doa dan support nya semoga sistem kelistrikan di kawasan ULP Kota Fajar kembali handal dan berkualitas,” sambung Zahlul.
Hingga saat ini, PLN belum memberikan kepastian kapan masalah akan diatasi. Warga mendesak agar PLN lebih transparan, bertanggung jawab, dan segera melakukan perbaikan sistem, termasuk penggantian mesin agar kejadian serupa tidak terulang kembali.**
Tidak ada komentar