
ASPIRATIF.ID — Ketua DPRK Aceh Selatan Hj.Rema Mizhul Azwa diminta tidak hadir memenuhi undangan Podcast peHtem yang akan digelar beberapa hari kedepan. Hal tersebut disampaikan salah satu masyarakat Aceh Selatan Nasruddin dalam rilis yang diterima Redaksi Aspiratif Id, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, masih banyak kegiatan dan tugas lain yang bermanfaat yang harus dilakukan oleh Ketua DPRK Aceh Selatan dari pada menghadiri undangan Podcast peHtem tersebut.
“Kegiatan Podcast yang dilakukan oleh sebuah media bukanlah acara resmi,hanya sekedar bincang bincang biasa sama hal nya seperti cerita diwarung kopi bedanya.acara Podcast direkam dalam sebuah studio para nara sumber disuruh berdebat bahkan pada beberapa podcast diantara nara sumber saling hujat dengan emosi yang tidak terkendali. Kami menilai acara tersebut tidak perlu hadir apalagi setingkat ketua DPRK,” kata Nasruddin.
Lebih lanjut Nasruddin menjelaskan, dalam surat undangan yang sudah beredar di Media sosial tema yang diusung adalah “Korban Banjir desak Mendagri Pecat Bupati Aceh Selatan”.
“Dari tema yang diajukan sudah berbau profokatif tidak sesuai Fakta. Jika memang betul betul ada yang mengingginkan Bupati Aceh Selatan di copot kenapa bukan dari masyarakat korban banjir sesuai tema diskusi kenapa yang keluar kalimat- kalimat provokatif itu dari seorang pengamat politik yang tidak paham hukum bagaimana tata cara mencopot seorang pimpinan daerah,” ujarnya.
Nasruddin menambahkan, setelah Bupati Aceh Selatan H.Mirwan ke luar negeri tanpa izin tertulis dari Kementrian Dalam Negeri lalu Kemendagri memutuskan memberikan sanksi 3 bulan nonaktif sesuai dengan Undang Undang Otonomi Daerah Pasal 76 ayat (1) huruf i dan UU nomor 23 tahun 2014.
“Bukan hanya itu, disamping H.Mirwan menerima hukuman administrasi tanpa melakukan pembenaran, H.Mirwan juga sudah meminta maaf secara terbuka kurang apa lagi,” sebut Nasruddin.
Begitupun, lanjut Nasruddin, seharusnya seorang pengamat politik dan seorang akademisi memberikan penjelasan yang sejuk sesuai dengan undang undang bukan malah berkomentar dengan kata kata kotor dan tidak mendidik apalagi memaki.
“Masyarakat butuh edukasi dari orang orang pintar bukan malah membuat gaduh.Hari ini di Aceh selatan dibuat gaduh gara gara pernyataan Pengamat yang mengatakan DPRK sebagai Kacung atau budak Bupati itukan sama saja dengan mengadu domba antara ekesekutif dan legeslatif padahal keduanya mempunyai kedudukan yang sama dimata hukum,” ungkap Nasruddin.
“Kepada ketua dan anggota DPRK Aceh Selatan diminta jangan terpengaruh dengan opini sesat yang dapat memecah belah antara sesama, daerah ini butuh pemulihan segera rakyat butuh kebun kebun mereka yang rusak di pulihkan kembali, rumah dan fasilitas umum kembali dibangun seperti semula. Mari kita bersama sama bersatu sehingga menjadi energi besar untuk memulihkan kembali mental masyarakat yang kemaren jadi korban banjir,” tutup Nasruddin.[]
Tidak ada komentar