
ASPIRATIF.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh membantah informasi yang menyebutkan bahwa pembangunan jembatan darurat ruas jalan provinsi yang hancur diterjang banjir di Kemukiman Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
Dinas PUPR Aceh melalui Pembantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Teuku Risnandar, ST, MT saat dikonfirmasi Wartawan, menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat ruas jalan provinsi tersebut murni merupakan inisiatif pemerintah aceh melalui program tanggap darurat bencana, tanpa keterlibatan pembiayaan dari masyarakat.
“Informasi yang disampaikan saudara Lismadi kepada publik adalah keliru dan menyesatkan. Fakta di lapangan, tidak ada keterlibatan swadaya masyarakat, seluruh pembangunan jembatan darurat ini dibiayai oleh Dinas PUPR Aceh melalui skema tanggap darurat,” ujar Teuku Risnandar, ST, MT, Jum’at 5 Desember 2025.
Tiga jembatan darurat yang dibangun tersebut masing-masing jembatan Suak Sigide, jembatan Suak Toben dan jembatan Manok Bungkok
Seluruh pekerjaan berada langsung di bawah pengawasan Teuku Risnandar, ST, MT, yang merupakan pembantu PPTK Dinas PUPR Aceh serta didukung oleh Tim Teknis M. Hakim, ST.
“Ini perlu kita luruskan agar masyarakat luas tidak keliru memahami sumber pembangunan dan tanggung jawab pemerintah,” tegas Risnandar
Sebelumnya, salah seorang warga Buloh Seuma, Lismadi, menyampaikan kepada media bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan hasil inisiatif warga yang mengumpulkan dana secara mandiri untuk menyewa alat berat.
Ia menyebut langkah itu dilakukan karena akses utama Trumon–Buloh Seuma–Kuala Baru terputus akibat banjir.
Dalam keterangannya, Lismadi menyebut pembangunan dilakukan menggunakan batang kayu gelondongan agar bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat secara terbatas.
Namun klaim tersebut kini dibantah langsung oleh Dinas PUPR Aceh, yang menegaskan bahwa seluruh proses mulai dari perencanaan, pengadaan alat berat, material, hingga pelaksanaan lapangan adalah tanggung jawab penuh Pemerintah Aceh
Jalan provinsi yang menghubungkan Trumon–Buloh Seuma–Kuala Baru hingga Aceh Singkil merupakan akses vital bagi mobilitas warga, distribusi logistik, pendidikan, hingga aktivitas perkebunan. Putusnya jembatan akibat banjir sebelumnya sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Dinas PUPR Aceh memastikan bahwa pembangunan jembatan darurat ini merupakan bagian dari respon cepat pemerintah dalam kondisi bencana, sembari menunggu perencanaan pembangunan jembatan permanen ke depan.[]
Tidak ada komentar