ASPIRATIF.ID — Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade memastikan amannya stok bahan bakar minyak (BBM) untuk arus mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah.
PT Pertamina (Persero) yang merupakan mitra kerja Komisi VI, kata Andre, sudah memastikan stok BBM di jalur arus mudik dijaga ketersediaannya.
“Aman. Jadi juga selain tangki kita lihat, kita juga mengecek kesiapan, kami sudah dapat laporan dari Pertamina. Pertamina memastikan seluruh titik arus mudik itu, Pertamina sudah menyiapkan selain posko bersama Polri, juga menyiapkan seluruh SPBU terisi dengan penuh,” ujar Andre di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Masyarakat yang akan mudik maupun beraktivitas selama periode Lebaran dimintanya tidak khawatir soal stok BBM. Pemerintah, kata Andre, telah menyiapkan berbagai skenario agar distribusi BBM berjalan lancar selama periode libur Lebaran.
“Jadi menurut saya masyarakat tidak usah khawatir, pemerintah melalui Pertamina sangat siap untuk mencukupi BBM sampai Lebaran termasuk sampai ke depan. Stok kita aman ya,” ujar Andre.
Di samping itu, Komisi VI telah menerima laporan dari Pertamina yang menjamin stok BBM aman hingga masa libur Lebaran selesai.
“Kami sudah mendapatkan laporan dari Pertamina stok kita aman, ya. Bukan hanya sampai Lebaran, sampai setelah Lebaran pun aman karena kapal Pertamina masih lancar untuk mengangkut BBM,” tegas politikus Partai Gerindra itu.
Wanti-wanti JK soal Stok BBM
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla meminta pemerintah mengantisipasi terbatasnya stok bahan bakar minyak usai meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Hal tersebut disampaikan JK kepada wartawan usai acara buka puasa dan salat tarawih bersama pengurus dan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
“Kalau perang berlangsung lama, stok BBM kita terbatas. Itu bisa menimbulkan kesulitan bagi kegiatan ekonomi dan bisnis,” ujar JK dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).
JK menilai, eskalasi konflik di Timur Tengah juga akan mempengaruhi kenaikan harga BBM dan LPG yang ikut meningkatkan beban subsidi negara.
“Dampaknya ke Indonesia langsung terasa di ekonomi. Harga bahan bakar naik, harga LPG naik, dan itu berarti subsidi pemerintah akan semakin besar,” ujar JK.
“BBM Nggak Boleh Langka Jelang Lebaran”
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar kelangkaan BBM tidak terjadi jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026.
Perintah Prabowo tersebut diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas (ratas), Rabu (4/3/2026).
“Kita harus memantau semua perkembangan yang ada dalam kesiapan Lebaran terutama menyangkut dengan energi ya, BBM nggak boleh ada langka, kemudian LPG,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Dalam ratas yang khusus membahas persiapan jelang Idul Fitri, Bahlil mengungkap bahwa Prabowo juga memerintahkan agar Indonesia memiliki tempat penyimpanan atau storage BBM.
Pasalnya, daya tampung BBM di Indonesia hanya cukup menampung untuk cadangan stok selama 25 hari.
“Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita nggak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana,” ucap Bahlil.
“Inilah kekurangan kita, tapi tidak usah kita saling menyalahkan siapa-siapa. Ini yang harus kita perbaiki dengan cara apa? Membangun storage, agar cadangan kita bisa sampai datu dengan tiga bulan,” sambung Ketua Umum Partai Golkar itu.[]
Sumber : Kompas.Com
Tidak ada komentar