Anggota DPR Aceh Desak BWS Tangani Abrasi Sungai Kluet

Redaksi
28 Feb 2026 23:55
Daerah News 0 98
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dari Fraksi Partai Golkar, Muhammad Iqbal, S.Kom., mendesak Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWS) untuk segera mengambil langkah konkret dalam penanganan abrasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kluet yang terjadi di kawasan Kampung Paya Dapur, Kecamatan Kluet Timur, dan Keudee Padang, Kecamatan Kluet Utara.

Desakan tersebut disampaikan Iqbal usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak pada Sabtu (28/2/2026).

Berdasarkan hasil pemantauannya di lapangan, pengikisan tebing sungai saat ini dinilai telah mencapai kondisi yang memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.

banner 350x350

“Penanganan abrasi DAS ini merupakan kewenangan teknis dari BWS. Kami meminta agar kajian teknis dan langkah fisik segera dilakukan di lapangan. Jangan sampai kita menunggu hingga dampaknya meluas apalagi sampai menimbulkan korban,” ujar Iqbal.

Lebih lanjut, politisi partai Golkar itu menjelaskan bahwa abrasi yang terus terjadi mengancam permukiman warga, lahan pertanian produktif, serta berbagai infrastruktur masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai. Jika dibiarkan berlarut-larut, ia khawatir kerugian yang dialami masyarakat akan semakin besar.

Iqbal mendorong BWS untuk segera melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya survei dan pemetaan titik-titik kritis abrasi, pembangunan bronjong atau talud penahan tebing, serta normalisasi alur sungai jika diperlukan.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pengendalian abrasi guna meminimalkan risiko di masa mendatang.

Di sisi lain, ia meminta Pemerintah Aceh untuk menyiapkan langkah tanggap darurat sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi dampak yang lebih luas bagi masyarakat terdampak, terlebih saat ini sedang memasuki musim hujan dengan curah hujan tinggi yang dapat memperparah laju abrasi.

Begitupun, sebagai wakil rakyat yang berasal dari Daerah Pemilihan 9 Aceh meliputi Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Singkil, dan Subulussalam, Iqbal menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini hingga mendapat perhatian serius dan dukungan anggaran dari pihak terkait.

“Negara harus hadir melindungi masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Kluet. Penanganan abrasi ini tidak boleh ditunda-tunda lagi. Kami akan terus mengawal agar ada tindak lanjut nyata dari BWS dan pemerintah,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pihak, antara lain Anggota DPRK Aceh Selatan Kamalul dan Arjuna, Camat Kluet Timur, Camat Kluet Utara, serta tokoh masyarakat dari kedua kecamatan.

Kehadiran unsur legislatif daerah dan pemeintah kecamatan menunjukkan komitmen bersama dalam menyikapi persoalan abrasi yang kian mengkhawatirkan.[RM]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x