USK, UTU dan UIN Berikan Dukungan Terhadap Roadmap BRA

Redaksi
22 Jan 2026 06:29
Daerah News 0 94
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Jamaluddin, S.H., M.Kn., bersama Kepala Sekretariat BRA Drs. Mahdi Effendi dan jajaran, menghadiri Rapat Pembahasan Dukungan dan Peran Perguruan Tinggi dalam Penyusunan Road Map Badan Reintegrasi Aceh, yang melibatkan Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan Universitas Teuku Umar (UTU).

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Senat Universitas Syiah Kuala, pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BRA dan perguruan tinggi dalam penyusunan dokumen strategis jangka panjang terkait pelaksanaan reintegrasi dan keberlanjutan perdamaian Aceh.

Dalam rapat tersebut, perguruan tinggi menyatakan dukungan dan komitmen terhadap penyusunan Road Map Pelaksanaan Penyelesaian Konflik Secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan, dan Bermartabat dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 2026–2036.

banner 350x350

Dukungan tersebut dituangkan melalui penandatanganan komitmen oleh Prof. Ir. Marwan, IPU., sebagai perwakilan perguruan tinggi.

Ketua BRA, Jamaluddin, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat landasan akademik dan ilmiah road map BRA, khususnya melalui kontribusi kajian ilmiah, pengembangan rekomendasi kebijakan, serta pendampingan akademik yang berkelanjutan.

“Road map ini diharapkan menjadi dokumen strategis jangka panjang BRA dalam memastikan keberlanjutan perdamaian Aceh pascakonflik, sekaligus menjamin pemenuhan hak pendidikan yang layak dan setara bagi mantan kombatan, tahanan politik (tapol), narapidana politik (napol), serta korban konflik,” kata Jamaluddin, Rabu 21 Januari 2026.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wadir 2 SPs USK, Dr. Muhammad Syukri, Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., selaku Koordinator Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik Universitas Syiah Kuala, yang memberikan pandangan akademik terkait penguatan resolusi konflik dan perdamaian berkelanjutan di Aceh.

Melalui kolaborasi ini, BRA optimistis upaya reintegrasi dan pembangunan perdamaian Aceh dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada keadilan serta keberlanjutan sosial. Acara ditutup dengan foto bersama.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x