Sesalkan Pemukulan Warga, Akademisi Nilai Tidak Pantas TNI Razia Bendera Aceh di Tengah Bencana

Redaksi
26 Des 2025 16:53
Daerah News 0 135
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Seorang akademisi, Dr. Hifjir, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden pemukulan terhadap warga sipil yang terjadi dalam razia bendera Aceh oleh aparat TNI di tengah situasi bencana.

Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya melukai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga tidak mencerminkan kepekaan sosial aparat negara dalam kondisi darurat.

Menurut Dr. Hifjir, dalam situasi bencana, seharusnya seluruh elemen negara, termasuk TNI, mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan perlindungan warga terdampak.

“Fokus utama aparat semestinya adalah membantu proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan kondisi masyarakat, bukan melakukan razia simbol-simbol yang berpotensi memicu ketegangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Aceh memiliki kekhususan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk penggunaan simbol daerah.

Oleh karena itu, tindakan razia bendera Aceh, terlebih disertai kekerasan terhadap warga, dinilai tidak tepat secara hukum maupun etika.

“Pendekatan represif justru dapat memperburuk trauma masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” tambahnya.

Hifjir juga menyesalkan adanya tindakan kekerasan fisik terhadap warga sipil. Ia menekankan bahwa aparat negara wajib menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia dan profesionalisme dalam setiap tindakan.

“Tidak ada pembenaran bagi pemukulan warga, apalagi dalam kondisi mereka sedang rentan akibat bencana,” katanya.

Sebagai akademisi, Dr. Hifjir mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap tindakan aparat di lapangan serta penegakan akuntabilitas.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan semua pihak dapat menahan diri demi menjaga kepercayaan publik serta stabilitas sosial di Aceh.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x