IPELMAKER Salurkan Bantuan Langsung untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Redaksi
24 Des 2025 21:11
Daerah News 0 373
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Ikatan Pelajar Mahasiswa Kedai Runding (IPELMAKER) Kecamatan Kluet Selatan Aceh Selatan hari ini menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.

Aksi ini merupakan puncak dari penggalangan donasi yang digerakkan oleh organisasi kepemudaan tersebut selama beberapa pekan terakhir.

Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang sejak awal Desember telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang masif bagi masyarakat.

Sebelumnya, sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana ini, IPELMAKER telah mendirikan posko penggalangan dana “IPELMAKER Peduli Bencana Aceh” di Gampong Kedai Runding, Kluet Selatan, sejak beberapa hari lalu.

Ketua Umum IPELMAKER, Dian Arha Safitra, yang menjadi penanggung jawab aksi penyaluran ini, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian.

“Hari ini, kami menyaksikan langsung kondisi saudara-saudara kita di sini dan menyerahkan bantuan yang telah dikumpulkan dari donasi masyarakat. Bantuan ini tidak akan berarti tanpa dukungan dari semua pihak,” ujar Dian Arha Safitra, Rabu (24/12/2025).

“Atas nama IPELMAKER, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat, setiap donatur, dan relawan yang telah ikut menyumbangkan bantuan tersebut. Solidaritas ini adalah kekuatan kita untuk bangkit bersama,” tambahnya.

Bantuan yang disalurkan terdiri atas paket sembako dan pakaian layak pakai, sesuai dengan prioritas kebutuhan yang telah diidentifikasi sebelumnya melalui posko donasi.

Penyaluran bantuan oleh kelompok mahasiswa ini turut memperkuat respons kemanusiaan di Aceh Tamiang, yang sebelumnya juga telah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat, asosiasi sektor kehutanan, hingga bantuan kemanusiaan dari Malaysia.

Selain fokus pada aksi tanggap darurat, Dian juga menyampaikan harapannya agar penanganan bencana alam di Aceh ke depan tidak hanya bersifat reaktif.

“Kami menaruh harapan besar agar penanganan bencana alam di Aceh tidak lagi hanya bersifat tanggap darurat, tetapi berorientasi pada pencegahan dan mitigasi jangka panjang,” pungkas Dian.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x