Usai Dikunjungi Presiden Prabowo ke Aceh, Pemadaman Listrik Masif Semakin Parah, Jaringan Telkomsel Lumpuh

Admin
11 Des 2025 22:43
Daerah News 0 33
3 menit membaca

ASPIRATIF .ID – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh baru-baru ini yang bertujuan melihat langsung kondisi pasca bencana dan stabilitas energi, disusul oleh kenyataan pahit bagi masyarakat Serambi Mekkah.

Malam ini, Kamis (11 Desember 2025), hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh secara masif mengalami pemadaman listrik yang semakin parah, bahkan diperburuk dengan gangguan parah pada jaringan Telkomsel di banyak lokasi.

​Kejadian ini sontak membongkar klaim stabilitas listrik yang sebelumnya dilaporkan oleh Direktur PLN kepada Presiden Prabowo. Dalam kunjungan tersebut, Direktur PLN dikabarkan memberikan laporan yang menyatakan bahwa kondisi stabilitas listrik di Aceh telah mencapai 93% dan tidak lagi mengalami pemadaman.

​“ Laporan Direktur PLN yang menyatakan stabilitas listrik di Aceh telah 93% stabil dan tidak lagi mengalami pemadaman listrik terbukti sebagai laporan penuh kepalsuan,”_ cetus Dr. Hifjir, seorang akademisi yang menyoroti masalah ini.

“Faktanya, usai Aceh dikunjungi Bapak Presiden, seluruh kabupaten/kota, malam ini (Kamis, 11 Desember 2025) bahkan secara masif di seluruh Aceh mengalami pemadaman listrik yang semakin parah di hampir seluruh desa,” tambahnya.

​Kondisi ini sungguh ironis. Meskipun mendapat kunjungan langsung dari Bapak Presiden Prabowo yang memboyong sejumlah pejabat kabinet, perbaikan nasib Aceh tidak kunjung membaik.

Sebaliknya, situasi masyarakat yang sudah didera musibah banjir dan longsor dan mengalami kelaparan di pelosok desa semakin diperparah.

​“ Kondisi perbaikan nasib Aceh tidak kunjung membaik, malah semakin parah dengan kondisi masyarakat yang mengalami kelaparan di pelosok desa, juga diperparah lagi karena mengalami pemadaman listrik yang rasanya semakin masif terjadi pada seluruh titik yang sudah mengalami pemadaman, ditambah gangguan parah pada jaringan Telkomsel,” ujar Dr. Hifjir.

​Ia menegaskan, kondisi kelam ini secara nyata dialami oleh seluruh masyarakat Aceh di tengah derita musibah yang meluluhlantakkan seluruh pelosok negeri, meskipun Presiden telah berbaik hati memberi atensi berkunjung ke Aceh untuk bisa menghadirkan solusi.

Lebih lanjut, Dr.Hifjir menjelaskan, ​​dampak dari pemadaman listrik yang berkelanjutan dan masif ini telah menyebabkan kerugian luar biasa bagi rakyat Aceh, terutama para pengusaha kecil dan menengah. Mereka meluapkan kemarahannya di media sosial.

Begitupun, ​pemadaman masif di tengah bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah berbagai alat elektronik akibat gangguan listrik yang semakin parah di Aceh.

​“Rakyat Aceh dan para pengusaha kecil dan menengah di Aceh meluapkan kemarahannya di medsos akibat mengalami kerugian yang luar biasa sebagai dampak atas terjadinya pemadaman listrik yang berkelanjutan dan masif di tengah kondisi musibah bencana banjir ,” terangnya.

​“ Rakyat Aceh sungguh kecewa dengan pembantu presiden, terutama Direktur PLN yang memberikan laporan yang terkesan sekadar ABS (Asal Bapak Senang), telah menyebabkan kondisi Aceh semakin memilukan dan menimbulkan luka mendalam rakyat Aceh di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo,”pungkasnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x