Ramai Ramai Hujat Bupati Aceh Selatan

Redaksi
7 Des 2025 06:39
2 menit membaca

Bupati Aceh Selatan H.Mirwan, menjadi trending topik di plafon media sosial hingga media nasional seperti Kompas,Detik,Tempo dan lainnya terkait melaksanakan ibadah umrah di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh.

Akibatnya, Bupati Mirwan diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Aceh Selatan.Bahkan kabarnya, suami Nafisah itu juga akan mendapatkan sanksi dari Kementerian Dalam Negeri terkait tindakan yang sudah dilakukannya itu.

Sebagaimana diketahui, pada tanggal 24 November 2025 lalu, Bupati Mirwan mengeluarkan surat keputusan penetapan status darurat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Selatan terhitung selama 14 hari hingga 07 Desember 2024.

Namun, tak lama berselang, Bupati Mirwan justru membuat surat pernyataan ketidaksanggupan untuk menangani bencana yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan.

Padahal, Kabupaten Aceh Selatan hanya mengalami banjir kiriman sungai Lae Soraya di wilayah Trumon yang terjadi hampir setiap tahun. Buktinya, hingga saat ini tidak ada korban jiwa, rumah hancur dan 11 Kecamatan terisolir sebagaimana pemberitaan di media.

Aceh Selatan tidak separah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tengah, Bener Meriah,Aceh Utara,Bireun dan Pidie Jaya. Tidak ada badan  jalan yang hancur dan luluh lantak di Aceh Selatan.Tidak ada korban jiwa dan warga yang kelaparan akibat banjir melanda. Bahkan,saat ini semua warga yang berada di pengungsian sudah kembali ke rumah masing-masing.

Begitupun,tindakan Bupati Mirwan melaksanakan umrah di saat bencana adalah sikap tak elok sebagai pemimpin. Meskipun, penanganan banjir di Aceh Selatan mampu di tangani oleh Wakil Bupati, Plt Sekda, BPBD, TNI dan Polri.

Bahkan, sebelum berangkat Umrah,Bupati Mirwan turun langsung ke lokasi pengungsian menyalurkan bantuan dan memberikan gajinya selama 9 bulan selama menjabat Bupati Aceh Selatan.

Pun demikian,menghujat dan mencela Bupati Mirwan secara berlebihan juga tidak baik. Andaikan Bupati Mirwan mengikuti langkah Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), membuka posko bantuan lalu diantarkan ke kabupaten yang terdampak banjir dan tanah longsor,pasti semua orang memujinya dan DPP Partai Gerindra tidak mencopotnya.

Semoga Bupati Mirwan tetap semangat dalam memimpin dan membangun daerah demi terwujudnya Aceh Selatan maju dan produktif. Elok elok tuan bergantung, jangan bergantung di dahan rapuh, di batu besar jarang tersandung,ulah kerikil banyak yang jatuh.[Red]

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x