
ASPIRATIF.ID — Nasib para petani garam di Desa Lam Ujong Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, kini berada dalam kondisi memprihatinkan setelah banjir besar melanda wilayah tersebut beberapa hari lalu.
Banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter itu menenggelamkan seluruh area tambak garam, sehingga bibit garam dan air tampungan tercampur dengan air banjir.
Darmawan Daud, salah seorang petani garam setempat, pada rabu (3/12/2025) melalui rilis ke media mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah.
“Air naik lebih dari satu meter, semua area tambak tenggelam. Bibit-bibit garam yang sudah kami siapkan bercampur dengan air banjir, sehingga tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya.
Akibat musibah tersebut, puluhan petani garam di Lam Ujong mengalami kerugian besar. Masing-masing petani diperkirakan menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah. Kondisi ini semakin memberatkan karena proses produksi garam diperkirakan baru bisa kembali berjalan minimal dua bulan ke depan.
“Yang paling kami khawatirkan adalah persoalan modal. Kebanyakan dari kami menggunakan dana kredit dari BSI. Jika produksi berhenti total seperti sekarang, tentu akan berdampak pada kemampuan kami membayar cicilan,” tambah Darmawan.
Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun lembaga terkait untuk membantu pemulihan usaha garam di wilayah tersebut, mengingat tambak garam menjadi mata pencaharian utama masyarakat Lam Ujong.[]
Tidak ada komentar