‎Akses Jalan Tapaktuan–Subulussalam Masih Lumpuh: Satgas Bencana Aceh Selatan Berjibaku di Tengah Arus Bantu Warga Menyeberang

Admin
1 Des 2025 16:27
Daerah News 0 21
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Situasi kritis masih terjadi di ruas Jalan Lintas Nasional Tapaktuan–Subulussalam. Hingga Senin siang, banjir yang merendam badan jalan di sejumlah titik belum surut dan menyebabkan jalur lintas utama terutama di Desa Ladang Rimba Kecamatan Trumon Tengah, Senin 01/12/2025.

‎Lalu lintas belum dapat diakses secara normal. Ketinggian air di lapangan dilaporkan masih mencapai pinggang hingga dada orang dewasa, dengan ketinggian air tersebut, sehingga kendaraan sulit melintas.

‎Di tengah kondisi tersebut, Tim Satgas Bencana Aceh Selatan bergerak tanpa henti. Personel dari TNI, Polri, BPBD dan relawan bekerja secara maksimal membantu warga yang terpaksa menyeberangi lokasi banjir untuk melanjutkan perjalanan mereka.

‎Sejumlah personel terlihat membantu pelajar, menuntun pengendara, hingga menggendong anak-anak dan lansia yang kesulitan melintasi arus air. Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan mencegah korban jiwa.

‎Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

‎“Kami akan terus berada di lapangan selama situasi belum pulih. Seluruh personel Satgas dikerahkan untuk memastikan warga dapat melintas dengan aman. Kami imbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan tidak memaksakan diri melewati jalur banjir tanpa pendampingan petugas,” tegasnya.

‎Dandim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan banjir ini dan berharap kondisi segera membaik.

‎“Sinergi semua elemen sangat terasa di lapangan. Kami berharap cuaca membaik dan air segera surut agar akses ini dapat kembali normal,”pungkas Dandim.

‎Sementara itu, BPBD Aceh Selatan melaporkan bahwa sejumlah desa di Kecamatan Trumon, Trumon Tengah, dan Trumon Timur masih tergenang banjir.

Hingga hari ini, jumlah warga yang telah mengungsi tercatat mencapai lebih dari seribu jiwa dan ditempatkan di beberapa posko pengungsian.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x