Buruknya Layanan Bank BSI Cabang Blangpidie

Redaksi
24 Okt 2025 16:00
Daerah News 0 22
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Blangpidie dinilai belum memberikan layanan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pasalnya manajemen bank berbelit dan rumit saat masyarakat membutuhkan layanan di bank tersebut.

Diantaranya layanan buka tabungan baru, manajemen bank BSI Cabang Blangpidie mewajibkan bagi calon nasabah membuka buku tabungan haji, sedangkan nasabah hanya butuh tabungan biasa, sehingga calon nasabah terpaksa harus menerima dua buku tabungan sekaligus.

Kebijakan manajemen BSI Cabang Blangpidie tanpa dasar ini dialami calon nasabah, Taufik wartawan media Aspiratif.id, ia merasa kecewa dengan manajemen bank BSI karena mempersulit layanan kepada masyarakat.

Calon nasabah juga diwajibkan membawa kartu identitas asli (KTP), pengakuan Costumer Servis (CS), bahwa pimpinannya tidak akan menandatangani buku tabungan jika calon nasabah bank BSI Cabang Blangpidie tidak melampirkan KTP asli tersebut.

“Harus ada KTP asli, jika tidak ada, bapak (pimpinan BSI) tidak mau tanda tangan buku (tabungan),” ujar CS, Karina, pada Kamis 23 Oktober 2025 kemarin.

Tak hanya itu, calon nasabah juga diwajibkan memiliki kartu ATM, apalagi nasabah pemegang Tabungan Easy dengan limit penarikan harian batas lima juta, jika tidak memiliki kartu ATM maka saat penarikan uang di Teller nasabah dibebankan biaya Rp. 2.500 setiap penarikan.

“Jika tidak ada kartu ATM (GPN Silver), saat penarikan di Teller dikenakan biaya Rp. 2.500 setiap penarikan,” tambahnya.

Pimpinan Cabang (Pinca) BSI Blangpidie, Zaki Fuady enggan memberi komentar perihal tudingan layanan manajemen rumit dan berbelit pada bank dipimpinnya,
saat dikonfirmasi media Aspiratif.id, Jum’at, 24 Oktober 2025.

Pengakuannya, ia sedang tidak berada di kantor dan saat ini ia dalam perjalanan dari Meulaboh, Aceh Barat menuju Blangpidie, Abdya, namun ketiga pertanyaan terkait persoalan yang menjadi sorotan tidak ditanggapi sedikitpun.

“Ini (saya) masih di MBO (Meulaboh),” katanya.

Pimpinan bank plat merah tersebut kembali mengelak memberikan keterangan, malah ia ‘lempar bola’ kepada bawahan nya, terkesan ada hal yang disembunyikan dibalik ketiga persoalan yang ditanyakan.

“bisa langsung ke Bang Ilham bosm saya ya, krn saya masih di MBO lagi perjalanan ke Blangpidie,” ujarnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x