
ASPIRATIF.ID – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memberikan pendampingan strategi numerasi kontekstual pascabencana bagi guru SD di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara beberapa hari lalu.
Ketuai Tim PKM, Farida Istianah MPd kepada media ini, Senin (9/2/2026) menjelaskan, numerasi menjadi salah satu kompetensi dasar yang penting untuk terus diperkuat, khususnya pada satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Katanya, hal ini karena peserta didik dihadapkan pada berbagai persoalan nyata yang membutuhkan kemampuan menalar, menghitung, dan mengambil keputusan dalam situasi darurat.
Lebih lanjut Farida mengungkapkan, merespon kebutuhan tersebut, Tim PKM Peduli Bencana LPPM UNESA melaksanakan kegiatan bertajuk “Pendampingan Strategi Inovatif Numerasi Esensial Berbasis Konteks Nyata Satuan Pendidikan Dasar di Wilayah Terdampak Bencana.”
Ia menyebutkan, tim ini beranggotakan, Dr Ika Rahmawati SSi MPd dan Dr Fiena Saadatul Ummah MPd. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Serbaguna Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat ini diikuti oleh 50 guru dari berbagai sekolah di ibukota Langkat yakni Stabat.
“Kegiatan ini bertujuan agar para guru tidak hanya memperoleh wawasan konseptual tentang numerasi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengimplementasikan numerasi dalam kehidupan sehari-hari, serta mengajarkannya secara efektif kepada siswa,” kata Farida.
Dikatakannya, pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh dirinya sendiri selaku ketua tim, yang membahas konsep numerasi esensial serta strategi inovatif penerapannya berbasis konteks nyata.
Disampaikannya, setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan latihan penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) oleh para guru.
Farida menuturkan, melalui sesi ini, peserta didorong untuk mengembangkan LKPD numerasi yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kondisi kehidupan sehari-hari siswa di wilayah terdampak bencana.
“Diharapkan agar numerasi dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari oleh siswa, sehingga siswa dapat melatih berpikir kritis,” ujar Farida.
Ditambahkannya, melalui kegiatan ini, UNESA berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan kualitas pendidikan dasar, khususnya di wilayah terdampak bencana, melalui pendampingan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.[]
Tidak ada komentar