
ASPIRATIF.ID — Aneuk Muda Mualem (AMM) meminta semua pihak menghentikan upaya memanfaatkan dinamika antara Ketua DPR Aceh (DPRA) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh untuk kepentingan tertentu. AMM menilai, tindakan tersebut berpotensi memperkeruh suasana dan mengganggu stabilitas pemerintahan Aceh.
Ketua AMM, Novtrianda, dalam pernyataannya menegaskan bahwa Aceh saat ini tidak berada dalam kondisi yang sepenuhnya stabil. Sebagian masyarakat masih berjuang bangkit dari musibah, sehingga membutuhkan suasana yang tenang dan kepemimpinan yang solid, bukan konflik yang diperbesar.
“Jangan menjadi duri di dalam sekam. Aceh hari ini membutuhkan ketenangan dan kerja nyata, bukan intrik dan provokasi,” tegas Novtrianda, Kamis (5/2/2026).
Novtrianda juga mengingatkan pihak-pihak yang memainkan isu tersebut agar berhati-hati dalam setiap manuver politik. Menurutnya, setiap tindakan yang dilakukan dengan niat tidak baik akan memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan.
“Siapa yang menabur, dia yang menuai. Siapa yang berbuat, dia yang bertanggung jawab. Pepatah ini relevan dalam melihat dinamika yang sedang terjadi di Aceh,” lanjut Novtrianda.
AMM, kata Novtrianda, tidak akan tinggal diam jika kekisruhan antara Ketua DPRA dan Sekda Aceh terus diperlebar dan berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan Mualem–Dek Fad.
Dengan cara yang bijak, terukur, dan bertanggung jawab, AMM menyatakan siap mengungkap pihak-pihak yang bermain di balik dinamika tersebut.
“Jika konflik ini terus dipelihara dan diperluas, kami akan mengambil langkah-langkah yang kami anggap bijak untuk membuka siapa saja yang berada di balik permainan ini,” tegas Novtrianda, Ketua AMM.
Di akhir pernyataannya, Novtrianda menekankan bahwa Aceh membutuhkan stabilitas, bukan provokasi; membutuhkan kerja, bukan intrik; serta membutuhkan keberanian untuk menjaga kebenaran, bukan memperkeruh keadaan.[]
Tidak ada komentar